GET THE FULLY FUNCTIONING SELF

August 25, 2010

Pasca SC (sectio caesarea) Anak Kedua

Filed under: Keluarga — by chandraniafastari @ 6:45 am
Tags: , , ,

Tanggal 12 Juni 2010 silam aku menjalani SC anak keduaku. Dia lahir jam 13.12, hari Sabtu. Prosesi SC kali ini agak berbeda dengan anak pertama. Ketika anak pertama, aku sempat merasakan proses induksi selama 24 jam dan gagal, sehingga diputuskan untuk langsung SC di hari yang sama. Untuk SC anak kedua ini, aku merasa lebih siap karena sudah mengetahui adanya kemungkinan akan SC lagi jika tidak terjadi kontraksi alami.
Usia kehamilanku sudah masuk 42 minggu saat itu, tetapi belum ada tanda-tanda bayi akan lahir. Tidak ada flek, tidak ada mules, padahal hampir lebih bulan. Induksi? No induksi bagi yang pernah SC. Ya sudah, pasrah deh. Jadwal SC diusulkan oleh dr. Anna Fachruriah, SPOG, yakni Sabtu siang. Suami setuju, langsung deh diurus administrasi dsb. Hari Sabtu tiba, lahirlah bayiku. Alhamdulillah. Bersyukur pada Allah atas segala kelancaran. tetapi ada masalah yang sulit diatasi; masalah verban. Hari ke-3 pasca SC, ujung verban yang membalut jahitan sudah mulai ngeletek dan mengakibatkan terbukanya verban. Kalau mandi, air bisa masuk ke bagian jahitan, akibatnyamuncul rasa gatal. Digantilah verbanku itu oleh dokter jaga.
Hari ke 5 pasca SC, ujungnya lepas lagi. Saat itu aku sudah pulang ke rumah, tapi si Adik masih di RS untuk fototerapi. Jadi, sambil menyusui dan mengantar ASI perah, aku ke UGD untuk GV (ganti verban). Ya Allah… sekali GV biayanya sampai 200ribu, untung dibayarin kantor suami ahahaaa… tapiii kan ga enak juga dong kalo bolak-balik begini. Nah, penggantian verban oleh dokter jaga kali ini mantap banget! Verban CERPLAST-nya dipasang lebih panjang ke samping, lebih panjang dari yang sudah-sudah, dan terbukti tidak lepas-lepas lagi sampai tiba waktu kontrol hari Senin depannya.
Senin pagi aku kontrol ke dr. Anna, verban itu dibuka, eh taunya dipakein verban lagi (seingatku, waktu SC pertama, seminggu pasca SC sudah lepas verban, ternyata kali ini masih dipakai sampai 1 minggu ke depan, meskipun kata beliau bekas SC-nya sudah kering). Besoknya, verban lepas lagi, kali ini disetai dengan gatal yang luar biasa di bagian yang terkena verban. Tentunya, aku ke UGD lagi untuk menggantinya (200rb more…). Dokter UGD menelepon dr. Anna untuk meminta petunjuk tata laksana masalahku. Katanya, dr. Anna kaget mendengar verbanku sudah terbuka. Kemudian dokter jaga mengganti verbanku sambil memberi penjelasan mengenai verban yang lepas-lepas terus. Ternyata verban juga cocok-cocokan dengan kulit. Kulitku sepertinya cukup sensitif sehingga muncul ruam. Jenis kulitku juga sulit ditempeli plester jenis CERPLAST itu, makanya lepas-lepas terus. Selanjutnya?? Yup! Lepas lagi….!! Tetapi kali ini aku kesal, dan aku putuskan untuk BBM-an sama sepupuku yang DSOG…aku jelaskan masalahku, dan dia bilang silakan lepas sendiri kalau memang sudah kering, dan oleskan BIOPLACENTON 2x sehari setiap habis mandi. Aduhhh sebenarnya aku sangat deg-degan, takut infeksi, takut kebuka lagi jahitannya, tetapi ternyata tidak ada masalah berarti. Akhirnya aku lepas plesternya (padahal rencananya baru akan dibuka oleh dr. Anna hari Senin depannya). Setelah dilepas, aku perhatikan baik-baik di depan cermin, sudah kering, alhamdulillah… Cumaaa…ada benang yang nongol di ujung sayatan. Ihhhhh sereemmmm…..
Kata kakak sepupuku, itu tidak masalah. Tapi sungguh deh, serem rasanya, setiap kali menyentuh bekas sayatan, terasa sekali ada cuilan benang, tajam-tajam gitu… aaarrrgghhh… (tau gak, benang itu baru lepas beberapa hari yang lalu!!!)
Legaaa rasanya, sekarang kalau meraba bekas sayatan, tidak ada lagi cuilan tajam hahahaaa..
Secara keseluruhan, aku bersyukur, di SC kedua ini:
– rasa nyeri hilang total saat 2 minggu pasca SC, tanpa meminum obat pereda nyeri, sehingga aku bisa bersin atau batuk tanpa harus merasa takut sakit. Waktu SC pertama, kayaknya setelah 1 bulan pasca SC deh nyeri itu benar-benar hilang
– lebih siap mental dan fisik, tentulah karena pengalaman SC sebelumnya
Ya, bersyukur adalah cara terindah dan bijaksana… Semua yang terjadi, sudah digariskan oleh Allah SWT, kan? ***

4 Comments »

  1. wah aq baca prosesnya ikut ngilu rasanya ,,coz aq sc juga,,takut hamil lg malahan,,pingin nagis bacanya,,soalnya aq jg ngarasain dulu pas lairan,,sereeeeeeemmmmmmmmmm,,liat jahitan perut berani 3 bulan,,pas 1 bulan ga berani liat,,

    Comment by yeni — August 27, 2010 @ 10:10 am |Reply

    • Ayo Mba, jangan takut ya…gapapa kok, tapi nunggu siap aja deh, nunggu Aira gedean dikit yaa?

      Comment by chandraniafastari — October 26, 2010 @ 12:09 pm |Reply

  2. mau tnya kalo ujung jaitan lepas 3 minggu pasca operasi, gimana ya? Thx

    Comment by septi cyntia dewi — March 16, 2013 @ 9:01 am |Reply

    • Segera kontrol aja Mba, ke UGd atau ke dokter SpOG-nya supaya bisa ditentukan tindakan selanjutnya

      Comment by chandraniafastari — March 16, 2013 @ 9:06 am |Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: