GET THE FULLY FUNCTIONING SELF

March 4, 2011

Masa Dewasa (1)

Filed under: Keluarga,Psikologi — by chandraniafastari @ 5:57 pm

Ketika mendengar kata “dewasa”, yang terbayang pertama kali olehku adalah sebuah tanggung jawab. Tanggung jawab yang harus ditekuni dengan kesungguhan. Dewasa barangkali bukan sebuah status, melainkan suatu masa yang dilalui seorang anak manusia dengan rentang waktu yang panjang. Tolok ukur paling konkrit adalah usia. Seseorang termasuk dalam masa dewasa ketika ia sudah melewati rentang usia 18-24 tahun. Beberapa ahli bahkan membatasi usia tersebut lebih spesifik lagi. Okelah berapapun usianya, masa dewasa bagiku adalah saat aku menyadari bahwa segala tindakan yang aku lakukan harus aku pertimbangkan matang-matang. Selalu berpikir panjang, luas, dibarengi dengan kehatian-hatian dalam mengambil keputusan. Setiap keputusanku, apalagi keputusan penting, akan selalu membawa dampak tidak hanya bagiku, tetapi juga sekitarku. Aku bukan membawa diri aku sendiri, secara otomatis lingkungan tidak akan lupa mengaitkan seorang aku dengan orang tuaku, saudara-saudaraku, dan keluarga kecilku. Aku harus bertindak tepat agar meminimalisir dampak negatif yang mungkin muncul dan merugikan diri dan keluargaku. Ah, masa ini, adalah masa belajar tiada henti.

Kehidupan akan terus berjalan, semakin banyak yang hadir di sekitarku. Tidak sedikit pula orang-orang yang mendahuluiku, berpindah alam atas takdir Allah. Suami, anak-anak, keluarga besar, hadir sebagai amanah dan karunia. Perjuangan untuk memenuhi hak mereka dan menjalankan kewajibanku begitu terasa heroik di masa ini. Aku mengerti, inilah masa-masa untuk membuat pondasi kehidupan bagi anak-anak. Suatu hari nanti usiaku akan terhenti, dan aku harus menyiapkan segalanya bagi mereka. Pemikiran dan pertimbangan kita harus melampaui usia kita yang sesungguhnya, dan diaktualisasikan dalam tindakan, itulah antisipasi dan persiapan. Aku tidak mau meninggalkan anak-anak dalam keadaan yang menyulitkan mereka.

Aku makin mensyukuri ditakdirkan menikah di usia relatif muda, 21 tahun. Jika usiaku panjang, kelak selisih usiaku dengan anak-anak tidak terlampau jauh. Aku selalu berharap dapat menjadikan masa-masa kebersamaan ini sebagai masa yang berkualitas dan bermakna bagiku, suamiku, dan anak-anak. Aku merasa terselamatkan dengan pernikahan di usia tersebut. Aku merasa hidup ini lebih berarti, karena dalam pernikahan banyak sekali hal sepele yang bernilai ibadah. Rasanya minim sekali persentase sia-sia dalam kehidupan ini setelah memasuki pernikahan. Ya, karena segalanya bermakna. Walau semua terasa abstrak, tetapi di mata Allah sangatlah berarti.

Di masa dewasa ini aku semakin tergerak untuk terus berjuang demi masa depanku dan keluargaku. Hidup ini bukan “here and now” semata. Bayangkan jika kita hanya hidup untuk hari ini tanpa memikirkan masa depan, apa yang akan terjadi? Masa depan tentu rahasia Allah, tetapi apa yang terjadi di masa depan dapat kita usahakan menjadi yang terbaik atas perjuangan kita hari ini. Memang benar tidak ada jaminan usaha kita membawa pada hasil yang kita harapkan, tetapi sungguh, ketekunan kita berusaha itu menyelamatkan kita dari kesia-siaan hari ini.

Di masa ini pula aku semakin mengerti bahwa semakin dini kita menetapkan cita-cita, akan semakin terselamatkan langkah-langkah kita selanjutnya. Ternyata cita-cita menuntun kita bertindak efektif, membuang dan menyingkirkan hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan tujuan kita. Kita terselamatkan oleh cita-cita yang ternyata menyimpan sebuah kekuatan dahsyat. Cita-cita yang sejak lama terpatri dalam benak, tanpa disadari mampu mengantarkan kita untuk menjadi dewasa tepat pada waktunya.

Inilah sekelumit masa dewasa, yang ditulis oleh seorang dewasa amatir, yang selalu mencintai perjuangan, demi masa depannya dan orang-orang yang dicintainya.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: