GET THE FULLY FUNCTIONING SELF

March 7, 2011

The Highest Sympathy to Rusty Yates & Andrea Kennedy

Filed under: Kasus Pernikahan,Keluarga,Psikologi — by chandraniafastari @ 5:33 pm
Tags: ,

Saya teringat, pernah membaca novel Luka Cinta Andrea (karya Suzanne O’Malley), cerita yang tersusun secara kronologis berdasarkan kisah nyata. Nyata, terjadi beberapa tahun silam, tahun 2001. Andrea yang kala itu masih berstatus istri Russel Yates dan tengah mengidap depresi berat dengan ciri-ciri psikotik, menenggelamkan kelima buah hatinya di bath tub yang terdapat di rumah mereka. Perasaan saya teraduk-aduk. Yang muncul adalah simpati, bukan empati saya. Makanya saya ga enak hati dan kepikiran melulu. Kasian…

Tahun 2005, Andrea diceraikan karena ia harus menjalani masa hukuman dan rehabilitasi seumur hidup, tidak mungkin mereka terus menjalankan rumah tangga dalam kondisi seperti itu. Rusty telah menikah lagi dengan Laura Arnold setahun setelahnya.

Saat mereka masih bersama, saya begitu kagum pada Rusty, kadang kesal. Saya memandang Andrea adalah pasien yang benar-benar membutuhkan perhatian dari sang suami secara tepat. Saya menilai Rusty kurang tepat dalam membaca kebutuhan istrinya. Tetapi sekali lagi, Andrea sakit, Rusty Yates hanya seorang lelaki biasa yang memandang kehidupan keluarganya dari kacamata orang normal, bukan ahli psikiatri, bukan psikolog klinis, sehingga ia mencoba memenuhi kebutuhan istrinya atas cara pandang orang biasa. Ia selalu mengusahakan yang terbaik untuk Andrea. Ia tulus mencintai istrinya yang sakit itu. Ia sempat memimpikan Andrea divonis tidak bersalah dan akan hidup berdua lagi, memiliki anak lagi… namun pada satu titik ia menyadari hal itu tidak mungkin… Andrea butuh perawatan yang tidak sederhana untuk penyakitnya. Rusty harus meneruskan kehidupannya. Andrea pun mengatakan bahwa ia ingin Rusty meneruskan hidupnya dengan baik… termasuk menikah lagi.

Saya melihat, hati Andrea hancur mengetahui lelaki yang dicintainya itu telah menikah kembali. Saat ini dia masih dalam perawatan dan pengawasan hukum. Ia bergelut dengan penyakitnya, dengan obat-obat penenang, dengan hukum,… dia sendirian, bersama waham-wahamnya yang rasional dalam irasionalitas, dunianya… kadang ketika ia sadar di bawah pengaruh obat, ia terluka lagi, menyadari kini ia benar-benar sendiri, tidak ada Rusty, tidak ada anak-anak, dan menyadari status jandanya.. ugh… walau dia psikotik, saya rasa, hatinya masih hidup, dan terluka..

Ah, saya tak karuan setelah membaca kasus ini… Banyak pelajaran yang saya dapat. Saya mengapresiasi karya ini setinggi-tingginya. Saya memahami, cinta berhak dimiliki siapapun, termasuk oleh seorang psikotik…

2 Comments »

  1. Sebenarnya sudah lama ingin baca Novel ini, saya kira psikopat kek di film2, gara2 benci buanget sama yang namanya film Psikopat, Ternyata,,, Sungguh Menakjubkan,,,

    Comment by Ucok Idaman Harahap — June 23, 2011 @ 5:55 pm |Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: