GET THE FULLY FUNCTIONING SELF

December 5, 2011

Gaun Pengantin Muslimah

Filed under: pernikahan — by chandraniafastari @ 11:41 am
Tags: , , ,
Chandrania Fastari
Walimatul ‘Ursy (17 Desember 2005)

Alhamdulillah kita sudah memasuki bulan Desember… Bagi saya, bulan ini tergolong istimewa. Enam tahun yang lalu, tepat di bulan inilah saya menggenapkan separuh agama saya; menikah! Saya ingin sedikit bernostalgia dengan berbagi beberapa hal mengenai busana yang saya kenakan saat resepsi.

Saya adalah seorang muslimah yang berusaha mensyiarkan Islam di keseharian saya. Saya juga mencoba mewujudkannya dalam pernikahan saya, dengan menjadikan nuansa Islami sebagai konsep pernikahan saya tersebut. Nuansa islami yang saya maksud antara lain dengan memisahkan tamu laki-laki dan perempuan; ada dua pelaminan dalam 1 gedung. Tamu dipisahkan dengan pohon palem setinggi manusia yang disusun “membelah gedung”. Yang kedua, saya meminta pada pihak vendor untuk memperbanyak kursi agar tamu tidak makan sambil berdiri. Ketiga, hiburan yang ditampilkan adalah nasyid, munsyid laki-laki. Keempat, makanan halal dan thayyib;insyaAllah. Mungkin memang masih jauh dari sempurna, tetapi semoga saja niatan dan ikhtiar saya tetap bernilai ibadah di hadapan Sang Khalik.

Setelah menetapkan konsep, saya segera meminta perias untuk mendesain baju pengantin yang akan saya kenakan. Saya ingin menggunakan gamis longgar dan nyaman, ringan, cantik (hi hii…). Ibu Roro Rojak–perias saya–memberikan 2 pilihan desain. Desain yang saya pilih adalah yang terpampang di foto. Gaun tersebut terdiri dari dua pakaian, yang pertama gaun biru muda polos untuk baju bagian dalam, dan yang kedua juga berbentuk gamis berbahan tile, aksen umpak (tumpuk) dihias payet di bagian depan mulai dari dada sampai perut. Saya juga meminta agar bagian dada saya tertutup. Bahan yang digunakan untuk menutup dada berbahan tile polos, dipasang di busana saya sedemikian hingga menutup dada.  Mengenai riasan, saya meminta Ibu Roro tidak mengerok alis saya, saya takut dilaknat Allah, daripada mengurangi keberkahan prosesi pernikahan saya. Terima kasih Ibu Roro, yang tidak memaksa saya untuk dikerok alisnya.

Demikian cerita saya, lagi pengen nostalgia, dan berbagi desain busana pengantin…semoga berguna, ya…

3 Comments »

  1. aku juga pengen mb. tpi enak mb. orang kaya, jadi bisa desain baju nya kyak gtu! aku gmana mbak? pengen bgt pake baju pengantin yg krudungnya bisa nutup dada.

    Comment by eny — June 14, 2013 @ 12:21 am |Reply

    • Eny, maaf ya saya baru balas komennya. Desain baju tsb sesuai harapan saya bukan karena kaya, tetapi karena saya mengkomunikasikan keinginan saya untuk berbusana syar’i kepada pihak yang mengurus pakaian pengantin. Setiap orang bisa melakukannya, ga dipengaruhi oleh status sosial sama sekali. Be positive ya…

      Comment by chandraniafastari — June 27, 2013 @ 10:28 pm |Reply

    • Hehee…kaya atau tidak insyaallah tetep bisa pakai desain yabg syar’i kok mba. Kainnya pilih yg harganya terjangkau. Insyaallah bisa..

      Comment by chandraniafastari — March 4, 2014 @ 11:16 am |Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: