GET THE FULLY FUNCTIONING SELF

February 15, 2015

Alhamdulillah…jadi ibu beranak tiga

Filed under: Uncategorized — by chandraniafastari @ 8:03 am

image

Tanggal 13 Desember 2014 lalu aku melahirkan anak ketigaku melalui bedah caesar. Yes, it was my third caesarean section. Seperti saat hamil anak kedua, aku selalu berkeinginan untuk melahirkan pervaginam atau sering disebut melahirkan normal, tetapi dokter SpOG yang merawatku sejak awal kehamilan anak ketiga ini tidak menyetujui rencanaku, apalagi indikasi caesarku adalah indikasi yang menetap; panggul sempit. Aku mengalihkan pikiranku untuk menyiapkan diri sebaik mungkin menghadapi persalinan anak ketiga ini. Aku selalu jaga asupan makanan dan meluangkan waktu istirahat demi menjaga vitalitas tubuhku, menjaga tekanan darah dan berat badan agar terhindar dari komplikasi kehamilan. Alhamdulillah semua tercatat normal sepanjang kehamilan. Hanya 1 kali tekanan darahku melonjak hingga 150/100, tetapi penyebabnya diketahui yaitu kondisi psikis yang menekanku. Saat itu usia kehamilan 5 bulan, aku terpeleset di kamar mandi. Aku sangat ketakutan sehingga mengakibatkan peningkatan tekanan darah. Dokter memintaku cek urin untuk mengecek ada tidaknya protein dalam urin berkaitan dengan melonjaknya tekanan darahku itu. Apabila ada, kemungkinan aku terkena pre eklampsia (keracunan kehamilan), apabila tidak ada atau negatif, dokter akan mencari penyebab lainnya. Alhamdulillah hasil cek urin menunjukkan negatif proteinuria. Dokter menyimpulkan aku hanya tegang saja. Memang benar, apabila mengalami kecemasan berlebih dan tidak bisa mengendalikan diri, tekanan darahku akan naik. Dokter menghimbauku untuk istirahat di rumah selama 2 hari. Tekanan darahku kembali normal di waktu kontrol kehamilan berikutnya.
Kadang aku masih ragu pada diri sendiri, apakah aku akan mampu menjalani peran sebagai ibu tiga anak dengan kondisi baru seperti ini? Kondisi baru berarti kondisi yang tidak sama dengan waktu di Bandung dulu. Dulu aku masih tinggal di rumah Mama Papaku, sekarang aku merantau hanya bersama keluarga kecilku, jauh dari orang tua dan kerabat. Aku dan Mas Halim sepakat memilih persalinan di Gresik saja dengan berbagai pertimbangan.
Setelah memastikan akan menjalani operasi caesar lagi, kami mengajukan tanggal 13 Desember 2014 untuk pelaksanaan operasi. Tidak ada alasan khusus di balik pemilihan tanggal tersebut, hanya menuruti saran dokter saja.
Hari itu, Sabtu, 13 Desember 2014, operasi dijadwalkan jam 8 pagi tetapi mundur karena alasan teknis. Infus sudah dipasang, tinggal menunggu saja. Jam 9 perawat masuk dan membawaku ke gedung lain tempat beradanya ruang operasi.  Perasaanku begitu datar saat itu. Aku ingin segera bertemu bayiku. Rasa takut dan ingatan ketidaknyamanan ruang operasi saat persalinan sebelumnya sempat muncul namun mampu aku tepis secepat mungkin. Membayangkan bayi mungil yang akan diletakkan di dadaku kemudian dia menyusu, sangat efektif melenyapkan ketakutan dan ketidaknyamanan. Pikiran-pikiran mengenai kematian, komplikasi dsb sudah aku pasrahkan pada Allah. Aku hanya ingin segera menyelesaikan persalinan ini, bertemu dengan anakku yang selama berbulan-bulan berjuang bersama menjalani kehamilan yang tidak mudah. Aku sudah siap menghadapi semua risiko. Ya, aku siap…
Dokter anestesi menyuntikkan obat…seketika separuh bawah tubuhku seperti geli dan kesemutan kemudian mati rasa. Setelah itu kateter dipasang. Selanjutnya aku hanya diam mendengarkan dokter-dokter dan paramedis berbicara sambil menjalankan operasi. Sekitar 10 menit kemudian perawat mendekatiku dan menyampaikan saat itu bayinya akan dilahirkan dan tubuhku akan disuntikkan obat induksi melalui infus. Perawat tsb menginformasikan bahwa obat ini akan menyebabkan mual dan menyebabkan mulut terasa pahit. Benar saja, sesaat setelah obat disuntikkan, mulutku terasa asam dan pahit. Tidak lama kemudian, dokter dan paramedia berseru dan mengatakan, “Alhamdulillah, cewek, Bu!”
Kudengar tangis bayi yang sudah lama aku rindukan itu. MasyaAllah… dia bayiku..anak ketigaku.. beratnya 3400 gram dan panjang 50 cm. Aku ingin segera keluar dari ruangan itu dan memeluknya. Aku terharu…entah bagaimana melukiskannya. Aku masih dipercaya Allah untuk memiliki anak lagi. Di hari itu, 13 Desember 2014, jam 9.14 WIB aku resmi menjadi ibu beranak 3!

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: